GORONTALO, KOMPAS.com – Sejumlah warga Provinsi Gorontalo menilai, Briptu Norman Kamaru, yang terkenal dengan “video lip sync” lagu “Chaiya chaiya”, tidak mundur sebagai aparat kepolisian.

Sebab, polisi muda ini dikenal luas melalui jejaring Youtube, justru karena predikatnya sebagai anggota polisi. “Banyak warga yang pintar bergaya dan bernyanyi India, namun tidak terkenal seperti Norman,” kata Muhlis, seorang warga Gorontalo yang dimintai komentarnya, Selasa (20/9/2011).

Selain itu, Muhlis menilai, bisa diterima sebagai anggota polisi bukanlah perkara mudah, termasuk untuk Norman. “Sehingga pengunduran Norman harus dipertimbangkan oleh yang bersangkutan,” sambung Muhlis.

Sementara itu, Samad, warga Gorontalo lainnya pun berpandangan senada. Menurutnya, Norman tak perlu mundur, sebab profesi polisi dan profesi barunya sebagai artis, bisa dijalankan bersamaan. Hanya dibutuhkan pengaturan waktu untuk keduanya.

“Saya sangat menyesalkan jika Norman mundur sebagai anggota Brimob Polda Gorontalo, apalagi dia putra daerah yang lagi terkenal,” katanya.

Pendapat saya secara positif :
Web Sosial Media telah mengangkat seorang Briptu Norman menjadi terkenal hanya karena keunikkan dia dalam membawakan sebuah video lipsing lagu dari india sana. Dia bisa menjadi sangat terkenal pada waktu itu karena hanya video iseng” yang dibuatnya dan di publish di dalam Youtube.

Pendapat saya secara negatif :
Sangat disayangkan hanya karena demi ketenaran dan honor yang lebih besar dia sekarang sudah mengundurkan diri dari aparat keamanan brimob, dimana dia besar dan terlahir di kota Gorontalo dan mengabdi menjadi seorang brimod dan dengan mudah dia keluar dari brimob tersebut. memang benar harta tahta bisa mengubah seseorang tak terkecuali beliau.