Mungkin saat ini Anda mempunyai CV yang baik tetapi Anda heran kenapa sih tak bisa menembus perusahaan yang diidamkan? Sebenarnya tak hanya kemampuan akademis saja yang menjadi hal penting dalam hal perekrutan karyawan atau untuk menilai keberhasilan seseorang. Kemampuan intra dan interpersonal juga diperlukan. Dalam hal ini bisa dikatakan kemampuan tersebut dikatakan sebagai soft skills yang seharusnya dipunyai karyawan.

Apa sih kemampuan soft skills? Soft skill merupakan kemampuan di luar teknis, di luar akademis dan lebih mengutamakan kemampuan personal yang dipunyai seseorang. Kemampuan ini meski bisa diasah ataupun ditingkat, ada kalanaya memang ada beberapa orang yang dikatakan sebagai orang yang luwes memiliki kemampuan seperti ini. Meski demikian, hard skills yaitu kemampuan akademis ataupun prestasi di bidang pekerjaan, pengalaman dalam bekerja juga ikut membantu Andauntuk menangkap pekerjaan yang Anda inginkan di suatu perusahaan.

Tak hanya sebagai karyawan, tetapi pada prinsipnya sebagai pekerja, sudah menjadi hal yang biasa kemampuan sosialisasi kita perlu juga digosok dan diperbaiki. Apa saja sih yang termasuk sebagai soft skill ini? Berikut ini coba cek beberapa kemampuan interpersonal yang perlu dikembangkan, ini akan membantu Anda untuk menaiki tangga karir yang Anda idamkan.

Saat ini beberapa perusahaan juga mulai melihat kemampuan yang satu ini, tak hanya sekedar akademis juga. Tetapi memang melihat bagaimana keluwesan seorang pekerja bergaul dengan suasana kerja ataupun menciptakan suasana kerja yang mensupport suatu prestasi kerja, misal dengan menciptakan suasana yang hangat dan bersemangat sehingga kolega kerjanya pun lebih terpacu untuk bekerja, bisa jadi nilai plus bagi seseorang. Tak hanya itu, kemampuan berkomunikasi seseorang juga akan mendapat nilai tambah bagi perusahaan yang akan memilih karyawannya. kemampuan pribadi ini ternyata dalam prakteknya bisa merupakan nilai plus bagi seseorang. Berikut beberapa kemampuan personal yang bisa diintrospeksi dan diasah kembali.

  1. Mempunyai sifat selalu ingin menang/optimis.
    Punya sikap optimis dalam menghadapi suatu masalah dengan menganggap kalau masalah tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dan mesti diselesaikan, optimis Anda bisa menyelesaikannya. Daripada Anda sibuk mengeluh akan suatu hal yang terjadi di kantor Anda misalnya, lebih baik Anda berpikir dan mencoba langsung mempraktekkan bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah tersebut. Pikirkan bahwa masalah yang timbul menjadi kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan kapasitas Anda sebagai karyawan yang punya kemampuan lebih dengan memberikan performance yang baik, produktif dan bisa bekerja secara efisien dan efektif.
  2. Bisa bekerja dalam tim. Tak hanya bekerja di dalam tim tetapi bisa kooperatif dengan anggota lainnya. Tak terlalu dominan tetapi bisa mengambil keputusan penting yang di saat yang tepat. Suatu perusahaan tentunya sangat melihat kemampuan seorang pekerja atas kemampuan yang satu ini. Kemampuan berkomunikasi, berkooperasi dan juga kemampuan kepemimpinan seorang pekerja dapat dinilai dari sini. Apakah Anda mempunyai jiwa pemimpin tanpa anggota tim lain merasa seperti diajari, itu merupakan hal yang mudah tetapi sulit jika belum biasa. Bagaimana Anda bisa menjembatani anggota tim lain jika terjadi konflik, dan jika terjadi stagnansi dalam pekerjaan apakah Anda mampu mengatasi hal tersebut dengan membuat langkah selanjutnya yang bisa mengatasi keadaan stagnan tersebut. Jadi bekerja dalam sebuah tim bukan hanya sebagai anggota yang pasif dan mengikuti saja alur pekerjaan, tetapi juga bisa dan mampu membuat alur sendiri dan mengatasi masalah yang biasa dihadapi dalam pekerjaan tim. Lebih terlibat dalam semua kegiatan tim.
  3. Berkomunikasi secara efektif.
    Kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi hal yang esensial dalam berbagai hal, tentunya dalam hal bekerja pun Anda perlu mengasah kemampuan yang satu ini. Berkomunikasi yang baik dalam pekerjaan adalah bagaimana cara Anda menghilangkan gap antara Anda dengan kolega ataupun dengan anak buah, atau hanya sekedar dengan orang-orang bawahan Anda. Bagaimana caranya Anda bisa menjembatani antara Anda dengan mereka. Tak hanya itu, berkomunikasi yang baik adalah bagaimana cara Anda mengeluarkan pendapat ataupun ide Anda dengan baik, sehingga Anda bisa berlaku persuasif dan berhasil mengajak atau membuat orang yang mendengarkan mengerti apa yang Anda maksud dan mau mengikuti Anda. Komunikasi tak hanya secara verbal tetapi juga non verbal, bagaimana body language Anda, ekspresi muka, itu bisa mempunyai arti tersendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah berkomunikasi yang baik adalah komunikasi yang terjadi dua arah, tak hanya Anda saja atau lawan bicara saja, tetapi Anda dan lawan bicara Anda.
  4. Punya kepercayaan diri.
    Pe-de itu perlu lho! Untuk menunjukkan kemampuan Anda, diperlukan kepercayaan diri yang tinggi, meski demikian kepercayaan tersebut juga harus dibantu dengan kemampuan Anda di bidang yang Anda pilih., Percuma kan kalau Anda sudah pede tetapi ternyata kemampuan Anda di bawah rata-rata. Jangan lupa untuk tetap low profile jika memang Anda berkemampuan di atas rata-rata ataupun mendapat pujian dari atasan Anda atau dari seseorang yang mengagumi kemampuan Anda.
  5. Tunjukkan kemampuan kreativitas Anda.
    Dalam pekerjaan apapun, kreativitas juga diperlukan. Dalam hal ini berpikir inovatif dan imajinatif. Tak sekedar khayalan tetapi juga bisa dipraktekkan, sehingga bukan sekedar mengeluarkan ide saja. Apalagi jika Anda bisa membuktikan karya Anda tersebut dapat menguntungkan perusahaan, tentunya mempunyai nilai tambah tersendiri bagi penilaian Anda. Jangan pernah merendahkan kemampuan Anda membuat penyelesaian dari suatu masalah. Jika Anda disodorkan masalah atau proyek, tunjukan kalau Anda bisa membuat solusi yang efektif dan sederhana. Jangan takut jika gagal, karena setidaknya Anda telah menunjukkan kalau Anda telah berusaha.
  6. Bisa menerima dan belajar dari kritik.
    Kadang teori lebih mudah ketimbang mempraktekkannya. Tetapi semua masukan tersebut bagi Anda untuk melakukan perbaiki diri. Terkadang tanpa disadari Anda bersikap defensif yang menyebabkan diri Anda terlihat negatif bagi kolega yang lain. Untuk menghindarinya, Anda bisa menarik napas dan cobalah memberikan jawaban secara diplomatis, jika memang Anda terus ‘diserang’ padahal Anda merasa bahwa Anda benar, Anda bisa memberikan jawaban tanpa nada tinggi. Tak hanya menerima kritikan, tetapi Anda juga harus bisa memberikan kritik bagi orang lain. Sampaikan sesuai dengan karakternya.
  7. Bisa memotivasi diri dan lingkungan.
    Jangan berharap kalau ada suatu masalah Anda akan selalu disupport dan dimotivasi orang lain, justru kalau bisa jadilah orang bisa selalu termotivasi dan bisa memotivasi orang lain untuk maju terus dan pantang menyerah. Dengan memberikan harapan (jangan harapan kosong) yangtelah diperhitungkan secara matang sebelumnya. Dari sini Anda juga belajar untuk mengasah jiwa kepemimpinan Anda untuk membimbing kolega atau anak buah Anda untuk tetap optimis dalam menghadapi masalah atau kesulitan.
  8. Bisa menjadi multitask person.
    Jangan hanya terfokus pada satu pekerjaan saja, karena saat ini mau tidak mau Anda harus bisa menghadapi dan menyelesaikan beberapa jenis pekerjan yang bisa saja sangat berbeda dalam waktu yang bersamaan. Karena itu, usahakan untuk selalu membuat note-note kecil yang berisi kemajuan-kemajuan atau perubahan yang telah dibuat selama menjalankan pekerjaan tersebut, sehingga Anda tak bingung saat Anda harus switch pekerjaan yang sedang dilakukan. Buatlah laporan mingguan atau bulanan sebagai record untuk diri sendiri dan atasan, sehingga mereka tahu kalau semua pekerjaan yang Anda tangani, dikerjakan dengan baik.
  9. Prioritaskan pekerjaan.
    Buatlah skala prioritas. Ini perlu jika Anda bertanggung atas beberapa pekerjan. Pilih dan kerjakan mana yang lebih penting atau yang lebih diperlukan, catat dateline yang harus ditepati agar Anda tetap memenuhi target.
  10. Dapat melihat jauh ke depan.
    maksudnya adalah berpikirlah lebih panjang. Usahakan untuk selalu berpikir di luar kotak (think outside the box). Jangan terpaku pada apa yang ada di depan Anda, tetapi kembangkan hingga lebih jauh ke depan lagi. Misalkan Anda harus menjual krim kulit, jangan hanya berpikir untuk mengejar target penjualan yang tinggi, tetapi pikirkan juga bagaimana memberikan service yang memuaskan pelanggan, apa kekurangan dari produk yang harus ditingkatkan, itu semua tentunya akan berujung pada naiknya tingkat pembelian.

Setelah mengetahui lebih jauh, ada baiknya Anda melakukan introspeksi diri, mana saja yang masih kurang dan mana saja yang sudah Anda punyai dan perlu diasah kembali. Kesemuanya ini tak hanya akan meningkatkan kinerja Anda sebagai pegawai ataupun atasan, tetapi juga jika Anda berencana membuat usaha sendiri.