Bacaan Setahun : 2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53

Nats : Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Markus 6:31, TB)

Bacaan : Markus 6:30-32

Rekan saya, seorang penulis, kena batunya. Apabila sedang terdorong menulis, ia mengunci diri di ruang belajar agar dapat berkonsentrasi menyelesaikan karya. Ia tidak mau diganggu, bahkan oleh istrinya. Sering ia sampai lupa makan dan tidur. Suatu saat ia jatuh sakit. Pencernaannya terganggu; lambungnya berdarah. Bisa diduga, itu akibat ia sering telat makan dan kurang istirahat. Pelajaran pahit itu mengubah kebiasaannya. Kini, ia tidak menulis dengan mengunci pintu kamar agar istrinya dapat mengantarkan makanan pada waktunya. Ia juga tidak sering-sering lagi begadang.

Yesus memahami bahayanya semangat kerja yang tidak seimbang. Pada awal pelayanan-Nya, Dia mengutus murid-murid untuk melayani. Mereka pun pergi dan dengan penuh semangat menjalankan pelayanan pertama mereka. Sekembalinya, mereka mengerumuni Yesus, bergairah untuk menceritakan pengalaman mereka. Namun, Yesus tampaknya tidak berlama-lama menyimak laporan mereka. Dia malah menyuruh mereka segera mencari tempat sunyi untuk beristirahat. Dia tidak ingin mereka terlalu bersemangat sampai akhirnya kelelahan. Sebaliknya, Dia ingin mengajari mereka perlunya menjaga ritme yang sehat antara bekerja dan beristirahat, suatu pola yang akan menunjang mereka untuk melayani secara berkelanjutan.

Apabila firman ini datang kepada kita hari ini, berarti kita diberi kesempatan untuk menata kembali irama hidup kita. Bagaimana jadwal dan agenda kita? Luangkanlah waktu untuk beristirahat di tengah kesibukan kerja. Jangan sampai kita terpaksa beristirahat gara-gara jatuh sakit! — ARS

BERISTIRAHAT SECARA MEMADAI MENDUKUNG KITA BEKERJA SECARA LEBIH EFEKTIF

Sumber: http://sabda.org/

TUHAN memberkati